Kisahku Tak Kosong Lagi

Kisahku memang bukan kisah indah, bukan pula kisah ukiran para pujangga. Tapi, tahukah kau, sobat. Kisahku dulu pernah kosong, karena memori tulisanku telah terkremasi masa. Dan memori-memori itu menghilang tanpa suara. Tidak, aku mungkin salah. Setidaknya aku dengar sedikit suara. Ya, suaranya terdengar sangat menyakitkan. Walau suara itu tertinggal beberapa waktu lamanya.

Apa yang terjadi padaku? Kisah kosong itu perlahan-lahan mencoba menelanku. Memaksaku untuk menyerah pada pusaran waktu. Aku berontak, tapi semua sia-sia. Walau kucoba sekuat tenaga, ragaku melawan, tapi sedikitpun hatiku tak bergejolak. Itu sebabnya aku kalah. Aku memang benar-benar terpuruk dalam kisah itu, sambil berusaha mencari-cari leburan memori itu yang hancur menjadi debu. Lalu debu-debu memori itu melekat pada apa saja yang ditemuinya. Bagaimana aku tahu? Dunia ini begitu luas, sedangkan memori itu, hanya sebesar kuku dalam jemari..

Aku memang sempat mengakui, bahwa kisah kosong telah menjadi jalanku. Tak ada apapun, hanya setitik cahaya yang bagiku tak berguna. Tanpa kusadari cahaya itu menuntunku, menghentikan langkahku, pada sebuah batu pengharapan. Kurangkai lagi kisahku, sambil mencoba mengingat memori yang hilang ditelan waktu.
Mungkin kisahku kini belum terisi penuh. Tapi setidaknya KISAHKU TAK KOSONG LAGI...

:-)

posted under |

1 komentar:

Alvian mengatakan...

Semoga Kisahmu ini menjadi modal untuk mengembangkan potensi diri. :-)

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers

Follow by Email


Recent Comments