Cerpen : Perjalanan

Sitta menarik selimut lagi, pagi ini matahari tak mau menunjukkan batang hidungnya. Menebar aroma serbuk embun dimana-mana termasuk di kamar Sitta. Tapi, entah apakah hanya Sitta yang masih malas-malasan di bawah selimutnya, entahlah?
Jam dinding menunjukkan pukul 06.15 matahari mulai menebar warna jingga. Cakrawala bersiap mekar, wangi menebar pada daun dan bunga-bunga.
Tok..Tok..Tok... Terdengar suara pintu diketuk.
"Sitta....!!!" Seorang wanita bermata teduh berdiri dibalik pintu.
Tak ada jawaban.
"Sittaaa!!! Lihat, sudah jam berapa ini..." nada suara wanita bermata teduh itu meninggi. Pintu kayu berwarna coklat tua diketuknya lagi. Kini lebih keras. Wanita itu tampak kesal. Tapi, matanya tak kehilangan keteduhannya, bahkan kerut di dahinya tak mempengaruhi riak di lautan matanya.

Pelan-pelan Sitta mencoba membuka matanya, karena suara ribut-ribut merasuk kedalam kamarnya. "Iiiyaa... Bu..." Sitta mengangkat kepalanya, diliriknya jam kotak yang bertengger di dinding kamarnya.
06.25. Mata Sitta terbelalak. Segera ia turun dari tempat tidur melempar selimutnya seenaknya setelah tadi ia juga melemparnya dengan tak kalah seenaknya lagi...

Bersambung....

posted under | 0 Comments

Entah tulisn ini akan kuberi judul apa

Entah tulisan ini akan kuberi judul apa
Entah seharusnya engkau atau mereka yang juga tak berjudul layak memberi kata sebagai sesuatu yang tersemat
Amat lekat

Atau layaknya seperti judul yang nampang di sampul surat kabar
Judul yang engkau beri sendiri, tapi tak pernah kau beritahu padaku
Juga kepada daun-daun yang luruh ditinggal ranggas
Menjadi sebuah kisah

Tulisan ini hanyalah sebuah judul
Tersembunyi dibalik canda tawa angin atau tangisan musim yang tak pernah engkau pahami
Kapan berakhir
Kapan berawal

Kata-kata yang terucap mestinya mampu menumbangkan pemikiran tentang judul
Meski tak
Terucap

posted under | 0 Comments

Next Project, Brur!

Hmmm... Yeah, okey setelah beberapa waktu lalu gue mutusin buat ngembangin diri jadi penulis. Well langkah pertama yang gue lakuin adalah ngelamun, SALAH. Yang gue lakuin karena sekarang zamannya FB gue add semua penulis. Baik yang gue tau atau gue cari nama-namanya di majalah atau koran. Wow dan akhirnya ketemu... Dan hasilnya mulai keliatan, mulai dari muncul catetan-catetan para penulis sanpe info-info lomba.
Awalnya gue ngerasa minder sih, coz catetan gue nggak sebagus catetan mereka.
Tapi, akhirnya gue sadar kalo nggak ada gunanya minder, buat apa coba.
Alhasil gue malah nggak berkarya, fiuh.......
N ada satu lagi, gue juga ikutan grup-grup nulis ada banyak deh lebih dari satu gue jadi bingung. Disni notice, disana notice...
Hrrrrrrr rawr...

posted under | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers

Follow by Email


Recent Comments