Puisi-puisi Kurnia Hidayati (Indopos, 7 Juli 2013)


Alhamdulillah, dua buah puisi saya dimuat di Indopos edisi Sabtu, 7 Juli 2013. Selamat membaca. :)


Saat Badai

kita kemudian memilih
untuk saling menentramkan
dan berpegangan
di atas geladak kapal yang diguncangkan
oleh ngeri laut dan ombak
kenestapaan

kita kelasi pengecut nan gagal
meringkuk, memeluk tubuh yang digigilkan nasib di pekat buritan
sembari menebak arah mercusuar
dan mengira-ngira
ke mana arah pulang dan muasal tujuan
atau mencari penjuru untuk sekedar menjatuhkan sauh
sebelum kapal yang kita tumpangi kabur dari ketakutan

maka, beginilah kita di tengah badai
-saling menentramkan dengan santun kata-kata-
meskipun maut kian dekat mengendap-endap
menyamar sekawanan lanun
yang akan merampas nyawa
tiba-tiba

inilah badai! sebenar-benar badai

Juni 2013


Sebelum Tiba Pagi

hari, sebelum tiba pagi aku tak lebih kosong dari sekerat roti basi
di atas meja
yang begitu dingin oleh udara
sedangkan kau tetaplah menjadi bayangan
yang begitu hangus digigit kelam malam

hari, sebelum tiba dini hari
aku masih sekerat roti yang merindu
untuk dicelup dengan secangkir kopi
yang mendidih bersama kepulan asap

2013






posted under |

1 komentar:

www.muslimahonline.net mengatakan...

dalam pusinya.. :D

blognya sudah saya follow, ditunggu follow baliknya ke www.muslimahonline.net ya.. ^_^
salam kenal..

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers

Follow by Email


Recent Comments