Puisi-puisi tertinggal*

Hujan Kata-Kata

kata-katamu adalah hujan
yang turun dari larik sajak menuju sisi paling merindu
banya hal yang tak pernah bisa dibaca keadaan
kecuali penantian

bersama penantian aku menyimpan satudua rahasia
membikin kado paling indah
kertas berwarna, pita merah muda
atau permen jingga
untuk siapa saja

ah, dan katakatamu ingin menjadi gerimis saja
ujarmu
namun baitbait syair terlalu alpa
menyisipkan duapuluh sua
untuk kita

lantas
kau ingin menghujaniku dengan gerimis kata ini
kapan?

Batang, 23 April 2012


Bait



perjumpaan awan dan mentari telah diabadikan waktu yang nisbi
di sana
di atas itu
sampai aku tak tahu
bagaimana sebenarnya waktu menyederhanakan ketiadaan
menjadi bait-bait puisi yang tak pernah alpa bertandang kepadamu
dan aku
hanya bisa menunggu

Batang, 23  April 2012


Tertinggal


ada yang tertinggal
di sisa gaung derit pintu
yang keras daunnya

ada yang tersisa
di bekas basah secangkir kopi
yang kental cairannya

memang tak pernah ada yang sisa atau membikin sisa
yang tertinggal atau yang ditinggal
selain riwayat-riwayat hampa
sebab puisi
memang selalu muncul paling akhir
yang sendiri


Batang, 23 April 2012


*aduh, ini puisi yang amat sangat aneh. Sekedar buat memenuhi hasrat menulis. No edit! Mohon kritik dan saran buat puisi yang saya bikin spontan ini.

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers

Follow by Email


Recent Comments