FF #3: Aku Harus Rela

"Kumohon jangan bertanya, apakah aku masih mencintai Dira." Desis Kevin pada hampa taman kota senja itu. Bunga-bunga yang tenang kini terusik oleh desir angin kacau, sekacau hati Kevin. Di lautan matanya, tersimpan sesal teramat sangat. Ia sangat mencintai Dira, seorang gadis yang dua hari lalu resmi menjadi tunangan Revan, kakak semata wayangnya.
"Aku nggak cinta sama kamu, Dira. Selama ini kita pacaran, aku cuma kasihan sama kamu..." kata Kevin sambil menahan tangis dan emosinya.
"Revanlah yang mencintai kamu, lebih dari dia mencintai dirinya. Camkan itu!"
"Tapi, Vin, aku nggak bisa cinta orang selain kamu.." bulir air mata menuruni kedua pipi Dira. Sejurus kemudian tangisnya pecah membuat hati Kevin remuk redam. Kevin sangat membenci perpisahan, apalagi dengan orang yang sangat ia cinta. Tapi, ia tak dapat mengelak. Ia harus merelakan Dira demi Revan yang kini tengah bersiap menyambut maut karena kanker otak yang betah bermukim di kepalanya sejak kecil. Kevin harus rela.

Namun kini sesal menggelayut di hatinya. Kenapa ia bisa sebodoh ini. Sejak kecil, Kevin selalu mengalah pada kakaknya. Pernah suatu hari ia merelakan skateboard kesayangannya, karena Revan merengek ingin dibelikan skateboard yang sama dengan punya Kevin. Sedangkan stok di toko telah habis. Kevin sangat ingat itu.

"Kenapa aku harus terus mengalah denganmu, Rev!" mendadak perasaan dendam menggenangi hatinya. Matanya nanar, ia beranjak pergi dari taman. Kevin tak akan melepaskan Dira.

Kriing.. Kring..
"Halo?"
"Kev, kamu dimana? Segera ke Rumah Sakit Husada!" terdengar suara panik Ayah dari seberang telepon.
"Ada apa, Yah?"
"Hibur kakakmu, cepatlah!"
"Ada apa ini, Yah?" Kevin mulai cemas.
"Dira, kecelakaan. Dia sudah berpulang, Nak!"
Mendadak semuanya gelap.

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers

Follow by Email


Recent Comments