Kau

Kau, memang benar dirimu
Mengisi relung hati tak berujung
Kau, yang belakangan berkelebat di sudut mataku
Kala ku rapuh
Kala ku lemah

Kau,
Andai saja waktu yang menjadikan usia mundur
Berhenti berdetak
Akan kutemui
Engkau

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers

Follow by Email


Recent Comments