Hanya Aku

Sesuatu yang tak kuduga-duga kadang menjadi beribu debu yang berloncatan kearahku
Hanya celoteh yang mencoba meredam, betapa aku terlalu bersembunyi, menjauhi angan-angan keterpaksaan
Hanya aku, yang bisa meredam nyeri sendiri
Tapi aku tak juga lupa
Bahwa, rasa nyeri juga mempunyai tepi
Sama seperti anak sungai yang dihanguskan musim
Yang juga haus karena panas itu membalik sepi

Memang hanya aku, makhluk bernyawa yang paham akan arti sunyi
Walau embun-embun tak jarang kutangisi
Memang bukan hanya aku yang tahu
Bukan hanya aku yang sepi seorang diri

Karena nafas yang enjelma detak jantungku adalah milik-Nya
Jadi bukan hanya aku, karena DIA yang selalu menghampiriku

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers

Follow by Email


Recent Comments