Sebuah Siang Redup

Siang ini aku sibuk bergulat kata di depan layar. Ada sebuah perasaan yang tercekal. Perasaan dendam, sedih, marah, juga iba. Semuanya berbaur menjadi satu, pada negeri ini. Tapi tak dapat ku pungkiri, bahwa ini memang negeri tumpah darahku. Dengan segala kekacauannya.

Mungkin bukan kali ini saja negeri ini kacau, memang akhir-akhir ini negara tengah dirundung kedukaan. Mulai dai bencana, krisis materi, dan yang paling berat adalah krisis mental. Negara yang (seharusnya) kaya raya ini, memang hanya dapat dinikmati oleh mereka yang juga kaya raya. Bagaimana tidak, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Setidaknya menurutku. Terbukti dengan semakin mudah fasilitas untuk mereka yang yang berduit. Pokoknya kalau ada duit, urusan beres.

Tapi untuk yang tidak punya duit. Jangankan untuk badan sehat, yang sakit aja dipersulit. Sampai ada slogan, Orang miskin dilarang sakit...ck..ck..ck..

(Tumben tulisanku bener..hahaha)

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers

Follow by Email


Recent Comments