Pada Kerlip Lilin

Pada Kerlip Lilin*
Oleh: Kurnia Hidayati

1/
Pada kerlip lilin, kita sibuk berkhayal
Tentang sebuah istana dari cahaya
Ada asa tertinggal di nun jauh, pada hari ribuan jam lalu
Namun, kau tetap abai.
Berlanjut cerita tentang putri-putri pelangi dan hal-hal musykil lainnya
Aku hanya diam

2/ 
Sengaja kuhembus lilin itu perlahan
Merelakan nyalanya meliuk kesegala arah, agar gundahmu sedikit saja tak terlalu jelas
Oleh mataku yang awas
Kuyakin sinarnya pelan remang, dimakan masa habislah nyala

3/
Oh, apa sebenarnya yang ingin kau ungkap?
Sedangkan lilin tetap memainkan bayanganmu
Sementara cerita berganti, menjadi lagu juga larik puisi
Mengenai hujan, mengenai gerimis yang kadang tak mau pergi
Membunuh lampu-lampu

4/
Malam menebal, cahaya sebenarnya tak ada tanda
Cerita berganti menjadi doa-doa sederhana
Maka kau mengajariku berpikir terang
Membimbingku menuju menemui pagi melalui tangga mimpi
Meski kutahu, semuanya terlampau petang, Ibu.

Kulihat lilin itu, ia telah padam.

Batang, 21 Januari 2012 

*puisi yang menang lomba puisi UNGKAP diselenggarakan oeh grup UNSA.

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers

Follow by Email


Recent Comments