Puisi Potret Pendidikan di Indonesia: Surat Kepada Madrasah

Surat Kepada Madrasah*
Oleh: Kurnia Hidayati

Aku telah gagal mengekalkan segala lanskap yang pernah tertinggal, sebagai memori paling janggal
Mengenai madrasah yang ramai muridnya
I.
Bertahun lalu...
Pagi-pagi benar bu guru datang mengajar, menguar senyum
Meski atap kelas bisa rubuh kapan saja--membikin dentum

Apa yang tertinggal?
Derit pintu, genang air sisa hujan, bangku-meja lapuk
Langit-langitnya menatap sengit, menawarkan satu juta kemungkinan pahit
Namun anak-anak itu masih berapi asa.
Meronce butir ilmu dari bulir keringat bu guru
II.
Ah, betahun lalu.
Dan kini madrasah masih tetap begitu. Celaka, masa membikin tambah merana menyajikan perpisahan paling tiada. Atap telah benar-benar ambruk, tangis-ratap saling tubruk. Sebagai tanda kealpaan murid-murid untuk selamanya.
Sebab tak ada lagi yang sudi menjenguknya, untuk sekedar bertanya tentang kabar. Tentang bulir hujan yang kadang menjadikan ruang kelas sebagai rumah kedua, berlama-lama, sampai waktu dan udara menjemputnya. Mengajak pulang.

Maka semua ini kuriwayatkan saja, kutulis sebuah surat berisi pesan amarah juga kerinduan. Kepada petingi di mana uang dibawa lari, kepada bu guru yang dulu sering tergugu melihat murid-murid selalu menunggu. Lantas kutinggalkan surat yang telah jadi, di atas bangku kelas yang sunyi. Membiarkannya sendiri.

Dan entah, akan dibaca siapa.


*puisi ini kurang beruntung dan tidak lolos dalam suatu lomba. Silahkan dikritik dan dibantai.
:)
Daripada disimpan ntar busuk. Aku bagi-bagi saja puisi ini. Hehe
Selamat menikmati.

posted under | 2 Comments

Paragraf


Paragraf


Oleh: Kurnia Hidayati

Paragraf ini membawa kata-kata kita melayang tak mau berpijak.

Di langit-langit kita sibuk membilang lelah yang karib, sedang kantuk menggerayangi mata kita
sejak kemarin

ah, apa yang sebenarnya ingin kita tulis?
sedang huruf-huruf telah lam terperangkap
di koran-korang bekas, di dinding basah bekas hujan
juga di mata wanita
yang sering kita panggil ibu

bukankah kita memang selalu begini?

baris kata ini lama-lama akan membunu kita
berbelanja keluh, lantas disimpan di kantung mata kita

Sudahlah
kita akhiri saja
paragraf ini

Batang, 11 Juni 2012

posted under | 0 Comments

Perpus, Kampus, Tugas, Mesin Fotocopy


Perpus, Kampus, Tugas, Mesin Fotocopy

Oleh: Kurnia Hidayati
barangkali kita memang perlu menutup mulut
rapat
menyimpan segala : pekak telinga, riuh gaduh, rapat gerimis, menggedor atap
juga siluet kekalahan, yang diam-diam mau mengambil alih tempat kita berpijak


sebab petir memang selalu berlarian
di kepala kita
bahkan ketika hujan tak mau lagi
menebar basah di pelataran rumah tempat singgah
seribu keluh kesah


di langit-langit
di pintu berderit
telah terbaca tiga belas kisah pahit
mengenai tugas, mengenai uas
sedang pertemuan kita tak lain hanya perpus dan kampus
hingga terpaksa kita meninggalkan jejak tak mudah terhapus

sementara

ah, tibatiba aku rindu mesin fotocopy
sebab kuingin sekali saja, menggandakan titik kehangatan untuk siapa saja
jikalau udara memang tak mampu mengantarkan kidung keceriaan
yang kini masih tertinggal di curam kalbu paling nestapa

batang, 8 jun 2012

*Puisi tentang kegelisahan tugas yang deadlinenya mepet dengan jadwal uas

posted under | 0 Comments

Mencatat Perjalanan


Mencatat Perjalanan

Telah kita catat setiap perpindahan yang diriwayatkan angka-angka pada lembar-lembar almanak. Mengingkari ketergesaan menyelesaikan jalan cerita dari detik menuju detak paling mendebar. Pada jam dinding itu.

Sudah beberapa persinggahan kita ingat, dari jejak-jejak mencuat, menekan tanah-tanah basah selepas hujan. Sambil menyenandungkan jerit-jerit tertahan tanpa nada, kita sibuk membilang jumlah sepakat. Antara takdir dengan tafsir
di benak kita.

Tak perlu kita berebut bekal, sebab kita selalu kenyang mengucap doa-doa sakral.
Maka sebaiknya perjalanan ini tak kita hentikan begitu saja.
Kita akan terus melaju sampai babak final.
Meski kadang takdir juga waktu, memaksa kita mundur dahulu.

Batang, 1 Juni 2012

Inilah puisi yang coba saya tuliskan di hari ulang tahun saya ke-20 ini. Hmm, udah tua, ya.
Namun kembali lagi, hidup adalah sebuah perjalanan. Ingin atau tidak ingin kita catat. Semuanya telah menjadi cerita yang akan dibaca bersama-sama. Di akhirat nanti.
Menjadi saksi. :)

posted under | 0 Comments

Deras Hujan Ini


deras hujan ini mengambil alih tempat peluh kita
hingga kita tak perlu lagi mengingat, sedetik lalu kipaskipas masih setia dihidupkan
memanggili angin

deras hujan ini telah merapatkan jendela
tempias
membuat kita lekas
berlari menuju kamar yang lapang
sambil berharap suhu segera karib pada ruang
maka kita berdiam. Mengeja tanda, kapan hujan menggerimis?

Deras hujan ini, tibatiba ingin kutempatkan
ke dalam almari
ya, sebab aku selalu ingin memanggil hujan, mengajak tetabuhan
kala sepi

batang. 25.5.2012

posted under | 1 Comments

Di Antara Pijar Lampu Kutemui Kenang


1/
hanya pada kedua bola matamu, laut membadai lantas tenang, menyebarlah hawa dingin meremas tulang

ujung kukumu berkilat cahaya, serupa kunang yang nyala tanpa bayang dalam gelap menyergap
seperti kolong ranjang tanpa lampu
hitam hadir tiap waktu

2/

duhai temaram kian mencederai bohlam, memainkan warnawarna kuning. Sementara tang-ting gelas makin bebas membawa nyala ke batas hari di batas hati

apakah kau membisikkan senja?
Ketika pijar lampu benarbenar liar, melukai dada kita. Semakin dalam masa meruncingkan kenang.
Pijar lampu membawa bayangmu.


batang, 23 mei 2012

posted under | 0 Comments

Bukan Puisi

oleh: kurnia hidayati


aku tak mau menyebut kata ini puisi, ketika baris hujan benarbenar rapat menghalangi laju jalanmu. Mengantar debar, menjelma pagarpagar cadas. Mencegahmu dari kesunyian keras.
Ya, ini bukanlah puisi.

Barangkali, aku perlu mengkalkulasi setiap titik yang kemudian dengan cantik merupa pertemuan tinta dengan kertas, menjadi peristiwa tanpa batas
garis ke garis, lembar ke lembar sampai habis berbukubuku, setebal yang kau mau.
Lantas aku mau kau simpan semua ini dalam saku bajumu.

Simpan sajalah, ini bukan puisi.

Batang, 21.5.2012

posted under | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers


Recent Comments