Puisi: Hujan

Sebenarnya aku dah nyimpen puisi ini lama benget, N temen2 juga dah pada bosen aku kirim2 ini truz.. udah sering juga di kirim-kirim lewat FB, sms temen N yang lainnya. Yah, daripada ku tulis dikertas sih, mending di posting aja.. Daripada ilang, ya kan..
Ni bunyinya (hlo? emang bisa bunyi?)

Puisi : Hujan

Malam ini kebebasan air
Menuju pusat bumi
Menemui akar melati

Aku hanya galau
Hanya risau

Mengharap cerah membaur awan
Menanti esok indah bersama kawan

by: nia

NB: sebenernya aku juga agak lupa sih sam puisi ini (nah lo?), abis dah lama truz ga di dimpen-simpen.
Tapi ntar deh, kalo dah inget lagi kan gampang di edit...
xixixixix


posted under | 0 Comments

Puisi: Pikun

Jelas gurat-gurat itu
Hempasan waktu terukir di dahimu
Entah berapa sejarah yang kau lalui, tampak ukiran-ukiran itu

Dan ingatanmu, mungkin masa telah mengkremasinya..
Hingga lebur menjadi debu yang diterbangkan detik, menit, tahun

Sabarkan aku, nek..
Untuk membimbingmu, menapaki hari-hari ini tanpa keluh kesah
Belajar darimu, walau tak semua aku sanggup..

posted under | 0 Comments

Teriris Gerimis

Hujan menjelma jadi gerimis
Tak ku coba tuk membuat menangis
Sampai kapan hati kan selalu teriris

Aku disini, menyimpan gigil dibalik helai garis
Sampai kapan gerimis menangis?

Hanya menanti pelangi indah terlukis....

posted under | 0 Comments

Hujan Harapan

Aku melihatnya, di tengah-tengah hujan ketika nafas mulai terengah
Aku mendengarnya, saat gerimis berbisik, menyelinap awan dan mentari terpejam
Aku merasakannya, tetesnya menghujam, basahnya menggenang

Kadang bersembunyi, sekedar memberi ruang tuk berpetualang
Kadang tampak, seiring kaki menapak
Menyusuri setiap jengkal kehidupan,
Mencari detak-detak nafas yang terbatas
Menggantung mimpi di langit luas

Hujan mengantar harapan

posted under | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Tulisan-tulisan

Followers


Recent Comments